Martabak Enak Paling Di Cari

Martabak Enak Paling Di Cari  Di Indonesia, hampir setiap orang mengenal makanan yang satu ini, martabak. Tapi apakah tahu juga asal usul Martabak tersebut? Tahukah Anda Martabak paling enak di Jakarta? Mengapa ada dua macam martabak? Entah benar atau tidak, berikut sedikit penjelasannya. Konon katanya asal usul martabak berasal dari India. Jika dikaitkan dengan bentuk makanan di India yang mirip martabak adalah Purata, Nan, Roti Cane. Roti Cane, Chappaty, Poory, Samosa, yang masuk dalam kategori makanan sedang atau ringan, namun bisa juga menjadi menu makanan utama disana. Selain itu ada yang namanya moortaba, dengan cara membuatnya: Adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur ayam, kemudian dibanting-banting dan dilebarkan di atas marmer atau kaca tebal agar membentuk ukuran berdiameter kurang lebih 40 cm. Kemudian adonan tersebut kemudian diisi telur/kentang dan digoreng. Setelah itu makanan tersebut dihidangkan dengan kare/gulai kambing.

Asal Usul Martabak Enak Indonesia

Moortaba tersebut yang sangat mirip martabak di Indonesia. Lantas siapa yang menyebarkan di Indonesia?

Di Indonesia ada dua jenis martabak, yaitu martabak asin yang terbuat dari campuran telur dan daging serta martabak manis (kue terang bulan) yang biasanya diisi cokelat. Berbeda dengan martabak telur, martabak manis adalah sejenis kue atau roti isi selai yang biasa dimakan di saat santai sebagai makanan ringan. Di Malaysia, martabak manis (yang dikenal dengan nama Apam Balik) sering dijadikan sebagai hidangan sarapan dengan ditemani segelas teh tarik.

martabak telor di jakarta

Asal Usul Martabak Indonesia

Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa martabak ini :

Pada sekitar awal tahun 1930-an, Ahmad bin Kyai Abdul Karim seorang pemuda yang berasal dari Lebaksiu, Tegal – Jawa Tengah, berkenalan dengan seorang pemuda berasal dari negeri India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary di kota Semarang saat berdagang di sebuah pameran.

Abdullah pun diajak berkunjung ke kampung halaman Ahmad di desa Lebaksiu kidul dan berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Kyai Abdul Karim. Kemudian Abdullah mempersunting adik perempuan Ahmad pada tahun 1935.

Abdullah atau biasa disebut Tuan Duloh seorang saudagar pada zaman itu yang memiliki keahlian membuat makanan India yang terbuat dari adonan terigu yang bernama Moortaba. Dengan sedikit variasi dalam mengubah makanan India tersebut, maka terciptalah nama Martabak yang sangat berbeda dengan aslinya dari India.

Di dalam kisah perjalanan Abdullah tersebut, beberapa tokoh Lebaksiu membenarkan kisah tersebut. Dan banyak masyarakat Lebaksiu (Tegal) yang merantau ke beberapa kota di Jawa untuk berdagang Martabak terutama pada saat-saat ada kegiatan pasar malam. Akhirnya makanan modifikasi dari India tersebut menyebar luas di tanah air. Panganan Martabak Enak Paling Di Cari
Ada sumber lain yang mengatakan bahwa Martabak (bahasa Arab: مطبق, berarti “terlipat”) berasal mula dari wilayah Hijaz karena merupakan makanan yang biasa ditemukan di Arab Saudi (terutama di wilayah Hijaz), kemudian menyebar ke India.

Dalam perkembangannya, nama martabak di bagi dalam 2 jenis, yaitu martabak telor (asin) dan martabak manis yang di beberapa tempat menyebut dengan terang bulan dan sangat berbeda jauh dengan martabak telur baik itu dari bahan sampai pengolahannya.

Resep martabak telor untuk Anda penyuka makanan dengan rasa asin. Menurut sejarahnya, martabak asin atau yang biasa dikenal dengan martabak telor di Indonesia ini, pertama kali dikenalkan oleh orang India, Abdullah bin Hasan Al-Malibary. Ia membuat martabak yang asalnya dari India tersebut, dengan rasa yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Ia mengenalkan makanan ini sekitar tahun 1930an, setelah menikah dengan orang Tegal yang tidak lain adik sahabatnya. Makanan yang terbuat dari tepung terigu tersebut ia perbanyak jumlah sayurannya mengingat orang Indonesia, khususnya orang Jawa tidak terlalu menyukai penggunaan daging yang berlebihan dalam makanannya. Sampai saat ini, martabak telor asin masih menjadi salah satu makanan yang paling populer dan selalu dicari setiap hari oleh masyarakat Indonesia baik itu sebagai camilan maupun teman makan nasi.

Rasanya yang asin dengan sayuran dan dagingnya membuatnya bisa dijadikan lauk untuk makan. Pedagang martabak ini pun tidak terhitung banyaknya, bahkan kini di restoran-restoran menyajikan makanan ini sebagai salah satu menunya. Di berbagai daerah, resep martabak telor pun berbeda-beda. Biasanya, perbedaan ada pada penggunaan bahan yang khas dari daerah tersebut. Ada juga perbedaan dari jenis telur yang digunakan, hingga cara membuat adonan yang unik. Hingga saat ini, kebanyakan penjual martabak pun hanya buka ketika malam hari.

Martabak keju paling enak

Martabak Enak Paling Di Cari di jakarta, berbagai macam martabak seperti martabek telur dan martabak manis menjadi panganan malam hari untuk menemani obrolan keluarga panganan martabak enak di jakarta sangat populer

Martabak Manis

Nama martabak manis yang popular sekarang bisa dikatakan sebagai bentuk penamaan yang salah. Kenapa saya anggap begitu? Sebelumnya, coba kita lihat deretan sejarah si martabak yang merupakan jajanan khas kaum keturunan India atau Pakistan.
Bahan utama makanan ini berasal dari telur bebek atau telur ayam yang dikocok, kemudian dicampur daging kambing cincang dan rajangan daun bawang. Adonan itu digoreng dengan kulit tipis yang terbuat dari tepung terigu lalu dibentuk segi empat. Hasilnya adalah telur dadar garing yang sangat harum dan gurih. Biasanya hidangan ini disantap dengan cocolan saus encer asin beraroma kari, acar segar dari ketimun, bawang merah, tak ketinggalan cabai rawit. Selain martabak, orang-orang keturunan India-Pakistan juga punya kekayaan kuliner lain yang digemari banyak orang, seperti mi mamak (sangat mirip mi Aceh), sup lembu, teh tarik, dan nasi briyani.
Lain lagi dengan martabak yang banyak dijumpai di Malaysia. Martabak telur di sana dikenal sebagai martabak Malabar atau martabak asin, atau biasa juga disebut murtabak. Cara menyajikannya pun beda. Bila di Indonesia martabaknya dipotong rapi – biasanya menjadi 12 potong – di Malaysia martabaknya “dihancurkan” dengan spatula pada wajan penggorengan saat dalam keadaan setengah matang. Hasilnya terlihat seperti telur orak-arik atau scrambled egg.
Sekarang kita beranjak ke Aceh. Di sana martabaknya seperti terbalik. Kulitnya tidak di luar, melainkan di sisi dalam. Kulit yang terbuat dari tepung digoreng dan dilipat membentuk segi empat, kemudian adonan telur kocok dengan daging cincang yang sudah dicampur daun bawang disiram di atasnya. Setelah matang, dibalik, lalu disiram lagi dengan sisa adonan telur. Hasilnya hampir sama seperti telur dadar yang di dalamnya ada selapis “keripik” tepung yang crispy. Di “Kampoeng Tempo Doeloe” pada acara JFFF 2009 lalu, jajanan ini paling popular dan paling panjang antrean pembelinya.

Martabak Enak Paling Di Cari Dari berbagai Sumber

Save

Save

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *